Sabtu, 18 Oktober 2014

Hari Ini Jokowi Gladi Bersih Pelantikan Presiden

Pelantikan Presiden


Jakarta - Tak ingin melakukan kesalahan diacara pelantikannya sebagai Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Minggu (19/10/2014) melakukan gladi bersih untuk mematangkan jalannya acara yang bersejarah itu di Gedung MPR/DPR.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengakui bahwa tak cukup dirinya hanya melakukan gladi kotor selama dua hari. Sehingga harus dimatangkan dengan melakukan gladi bersih.

Alasannya, supaya ia tidak melakukan hal-hal yang salah saat pelantikan berlangsung. "Biar tidak keliru," ujarnya.

Diketahui, Jokowi sebelumnya pada 17-18 Oktober 2014 telah melaksanakan gladi kotor untuk kesiapannya. Dan ia melanjutkan kembali dengan melaksanakan gladi bersih pada hari ini, Minggu (19/10/2014).

Sesuai jadwal, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Ri di Gedung MPR/DPR akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2014 dimulai pukul 10.00-11.00 WIB. Setelah resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019, Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) langsung menuju Istana Negara.

Jumat, 03 Oktober 2014

Indra Sjafri Paparkan Alasan Coret Empat Pemain Timnas U-19

Manajemen pelatih Timnas



Sebanyak empat pemain tersisih dari tim nasional Indonesia U-19, yang akan berlaga di Piala Asia U-19 2014 di Myanmar, Oktober mendatang. Pemain yang dimaksud, yakni penjaga gawang Awan Setho, winger Yabes Roni, Miftahul Hamdi, dan gelandang Irfandi Zein.

Sehingga, tim pelatih nantinya hanya membawa sebanyak 23 pemain. Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, menerangkan jika tercoretnya empat pemain tersebut dengan alasan berbeda.

Hanya saja, penentuan skuad tetap mengacu kepada empat kriteria yang menjadi standar Timnas Indonesia U-19. Yakni, seputar fisik, kemampuan taktikal, skill, dan mental.

"Ada pemain yang harus tersisih karena cedera. Ada juga yang karena di posisi mereka bermain terlalu diisi banyak pemain, dan mereka kalah bersaing. Yang pasti, kami punya standar yang harus dipenuhi setiap pemain," papar Indra.

Dicoretnya Awan Setho, tidak lepas dari cedera dislokasi jari kelingking. Yakni, saat menjalani pemusatan latihan di Jakarta, sebagai persiapan jelang menjalani tur Spanyol.

Alhasil, posisinya digantikan kiper Rully Desrian, yang sebelumnya sempat tercoret dari skuat. Yabes Roni dan Miftahul Hamdi, harus kehilangan tempat karena kalah bersaing dengan winger Maldini Pali dan Ilham Udin Armaiyn.

Di posisi sayap, Timnas Indonesia U-19 pun masih memiliki Septian David Maulana dan Dinan Javier. Belakangan, Indra sering menurunkan Dinan sebagai false nine.

Sedangkan di lini tengah, Irfandi Zein memang harus ikhlas tersisih. Maklum, komposisi di sektor tengah sejauh ini memang nyaris tidak berubah. Evan Dimas, Muhammad Hargianto, Zulfiandi, dan Paolo Sitanggang selalu menjadi andalan Indra.
 

Lini Belakang Madrid (Masih) Bermasalah

Marcelo sedang berebut bola



Real Madrid nampaknya harus benar-benar serius membenahi lini belakang mereka jika tak mau semua ambisi mereka berantakan musim ini.

Sang juara bertahan Liga Champions tersebut memang menang 2-1 di kandang Ludogorets pada matchday kedua, Kamis (2/10). Namun gagal menjaga clean sheet atas tim antah berantah yang berstatus debutan di kompetisi akbar antarklub Eropa jelas bukan sinyal apik.

Kebobolan lebih dulu di Bulgaria sebelum akhirnya bangkit dan meraih kemenangan di menit akhir, Los Merengues kembali gagal mencegah gawangnya kebobolan. Total hanya dua kali mereka bisa menjaga clean sheet dari 14 laga tandang terakhirnya di Liga Champions!

sumber

Rentetan Gol Tandang Liga Champions CR7

Cristiano Ronaldo


Cristiano Ronaldo mencetak satu gol dari titik putih ketika Real Madrid mengalahkan tuan rumah Ludogorets 2-1 di matchday 2 Grup B Liga Champions 2014/15, Kamis (02/10). Dengan gol tersebut, berarti Ronaldo tak pernah absen mengoyak gawang lawan dalam sembilan penampilan tandang beruntun di kompetisi ini.

Selasa, 02 September 2014

Candi Sukuh

Candi Sukuh


Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, eks Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya obyek pujaan lingga dan yoni. Candi ini dianggap kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena penggambaran alat-alat kelamin manusia secara eksplisit pada beberapa figurnya.
Candi Sukuh telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995.

Sejarah singkat penemuan

Situs candi Sukuh dilaporkan pertama kali pada masa pemerintahan Britania Raya di tanah Jawa pada tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta. Johnson kala itu ditugasi oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data guna menulis bukunya The History of Java. Setelah masa pemerintahan Britania Raya berlalu, pada tahun 1842, Van der Vlis, arkeolog Belanda, melakukan penelitian. Pemugaran pertama dimulai pada tahun 1928.

Lokasi candi

Lokasi candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut pada koordinat 07o37, 38’ 85’’ Lintang Selatan dan 111o07,. 52’65’’ Bujur Barat. Candi ini terletak di Dukuh Berjo, Desa Sukuh, kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini berjarak kurang lebih 20 kilometer dari kota Karanganyar dan 36 kilometer dari Surakarta.

Struktur bangunan candi

Denah candi Sukuh.
Bangunan candi Sukuh memberikan kesan kesederhanaan yang mencolok pada para pengunjung. Kesan yang didapatkan dari candi ini sungguh berbeda dengan yang didapatkan dari candi-candi besar di Jawa Tengah lainnya yaitu Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Bentuk bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru. Struktur ini juga mengingatkan para pengunjung akan bentuk-bentuk piramida di Mesir.
Kesan kesederhanaan ini menarik perhatian arkeolog termashyur Belanda, W.F. Stutterheim, pada tahun 1930. Ia mencoba menjelaskannya dengan memberikan tiga argumen. Pertama, kemungkinan pemahat Candi Sukuh bukan seorang tukang batu melainkan tukang kayu dari desa dan bukan dari kalangan keraton. Kedua, candi dibuat dengan agak tergesa-gesa sehingga kurang rapi. Ketiga, keadaan politik kala itu dengan menjelang keruntuhan Majapahit, tidak memungkinkan untuk membuat candi yang besar dan megah.
Para pengunjung yang memasuki pintu utama lalu memasuki gapura terbesar akan melihat bentuk arsitektur khas bahwa ini tidak disusun tegak lurus namun agak miring, berbentuk trapesium dengan atap di atasnya.
Batu-batuan di candi ini berwarna agak kemerahan, sebab batu-batu yang dipakai adalah jenis andesit..

Teras pertama candi

Gapura utama candi Sukuh.
Pada teras pertama terdapat gapura utama. Pada gapura ini ada sebuah sangkala dalam bahasa Jawa yang berbunyi gapura buta abara wong. Artinya dalam bahasa Indonesia adalah “Gapura sang raksasa memangsa manusia”. Kata-kata ini memiliki makna 9, 5, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1359 Saka atau tahun 1437 Masehi.

Teras kedua candi

Gapura pada teras kedua sudah rusak. Di kanan dan kiri gapura terdapat patung penjaga pintu atau dwarapala yang biasa ada, namun dalam keadaan rusak dan sudah tidak jelas bentuknya lagi. Gapura sudah tidak beratap dan pada teras ini tidak terdapat banyak patung-patung. Pada gapura ini terdapat sebuah candrasangkala dalam bahasa Jawa yang berbunyi gajah wiku anahut buntut yang berarti “Gajah pendeta menggigit ekor” dalam bahasa Indonesia. Kata-kata ini memiliki makna 8, 7, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1378 Saka atau tahun 1456 Masehi.

Teras ketiga candi

Pada teras ketiga ini terdapat pelataran besar dengan candi induk dan beberapa relief di sebelah kiri serta patung-patung di sebelah kanan. Jika para pengunjung ingin mendatangi candi induk yang suci ini, maka batuan berundak yang relatif lebih tinggi daripada batu berundak sebelumnya harus dilalui. Selain itu lorongnya juga sempit. Konon arsitektur ini sengaja dibuat demikian. Sebab candi induk yang mirip dengan bentuk vagina ini, menurut beberapa pakar memang dibuat untuk mengetes keperawanan para gadis. Menurut cerita, jika seorang gadis yang masih perawan mendakinya, maka selaput daranya akan robek dan berdarah. Namun apabila ia tidak perawan lagi, maka ketika melangkahi batu undak ini, kain yang dipakainya akan robek dan terlepas.
Tepat di atas candi utama di bagian tengah terdapat sebuah bujur sangkar yang kelihatannya merupakan tempat menaruh sesajian. Di sini terdapat bekas-bekas kemenyan, dupa dan hio yang dibakar, sehingga terlihat masih sering dipergunakan untuk bersembahyang.
Kemudian pada bagian kiri candi induk terdapat serangkaian relief-relief yang merupakan mitologi utama Candi Sukuh dan telah diidentifikasi sebagai relief cerita Kidung Sudamala. Urutan reliefnya adalah sebagai berikut.

Relief pertama

Relief pertama.
Di bagian kiri dilukiskan sang Sahadewa atau Sadewa, saudara kembar Nakula dan merupakan yang termuda dari para Pandawa Lima. Kedua-duanya adalah putra Prabu Pandu dari Dewi Madrim, istrinya yang kedua. Madrim meninggal dunia ketika Nakula dan Sadewa masih kecil dan keduanya diasuh oleh Dewi Kunti, istri utama Pandu. Dewi Kunti lalu mengasuh mereka bersama ketiga anaknya dari Pandu: Yudhistira, Bima dan Arjuna. Relief ini menggambarkan Sadewa yang sedang berjongkok dan diikuti oleh seorang punakawan atau pengiring. Berhadapan dengan Sadewa terlihatlah seorang tokoh wanita yaitu Dewi Durga yang juga disertai seorang punakawan.

Relief kedua

Relief kedua.
Pada relief kedua ini dipahat gambar Dewi Durga yang telah berubah menjadi seorang raksasi (raksasa wanita) yang berwajah mengerikan. Dua orang raksasa mengerikan; Kalantaka dan Kalañjaya menyertai Batari Durga yang sedang murka dan mengancam akan membunuh Sadewa. Kalantaka dan Kalañjaya adalah jelmaan bidadara yang dikutuk karena tidak menghormati Dewa sehingga harus terlahir sebagai para raksasa berwajah buruk. Sadewa terikat pada sebuah pohon dan diancam dibunuh dengan pedang karena tidak mau membebaskan Durga. Di belakangnya terlihat antara lain ada Semar. Terlihat wujud hantu yang melayang-layang dan di atas pohon sebelah kanan ada dua ekor burung hantu. Lukisan mengerikan ini kelihatannya ini merupakan lukisan di hutan Setra Gandamayu (Gandamayit) tempat pembuangan para dewa yang diusir dari sorga karena pelanggaran.

Relief ketiga

Relief ketiga.
Pada bagian ini digambarkan bagaimana Sadewa bersama punakawannya, Semar berhadapan dengan pertapa buta bernama Tambrapetra dan putrinya Ni Padapa di pertapaan Prangalas. Sadewa akan menyembuhkannya dari kebutaannya.

Relief keempat

Relief keempat
Adegan di sebuah taman indah di mana sang Sadewa sedang bercengkerama dengan Tambrapetra dan putrinya Ni Padapa serta seorang punakawan di pertapaan Prangalas. Tambrapetra berterima kasih dan memberikan putrinya kepada Sadewa untuk dinikahinya.

Relief kelima

Lukisan ini merupakan adegan adu kekuatan antara Bima dan kedua raksasa Kalantaka dan Kalañjaya. Bima dengan kekuatannya yang luar biasa sedang mengangkat kedua raksasa tersebut untuk dibunuh dengan kuku pañcanakanya.

Patung-patung sang Garuda

Prasasti Sukuh
Lalu pada bagian kanan terdapat dua buah patung Garuda yang merupakan bagian dari cerita pencarian tirta amerta (air kehidupan) yang terdapat dalam kitab Adiparwa, kitab pertama Mahabharata. Pada bagian ekor sang Garuda terdapat sebuah prasasti.
Kemudian sebagai bagian dari kisah pencarian amerta tersebut di bagian ini terdapat pula tiga patung kura-kura yang melambangkan bumi dan penjelmaan Dewa Wisnu. Bentuk kura-kura ini menyerupai meja dan ada kemungkinan memang didesain sebagai tempat menaruh sesajian. Sebuah piramida yang puncaknya terpotong melambangkan Gunung Mandaragiri yang diambil puncaknya untuk mengaduk-aduk lautan mencari tirta amerta.
Lihat kisah Pemutaran Laut Mencari Amerta

Beberapa bangunan dan patung lainnya

Selain candi utama dan patung-patung kura-kura, garuda serta relief-relief, masih ditemukan pula beberapa patung hewan berbentuk celeng (babi hutan) dan gajah berpelana. Pada zaman dahulu para ksatria dan kaum bangsawan berwahana gajah.
Lalu ada pula bangunan berelief tapal kuda dengan dua sosok manusia di dalamnya, di sebelah kiri dan kanan yang berhadapan satu sama lain. Ada yang berpendapat bahwa relief ini melambangkan rahim seorang wanita dan sosok sebelah kiri melambangkan kejahatan dan sosok sebelah kanan melambangkan kebajikan. Namun hal ini belum begitu jelas.
Kemudian ada sebuah bangunan kecil di depan candi utama yang disebut candi pewara. Di bagian tengahnya, bangunan ini berlubang dan terdapat patung kecil tanpa kepala. Patung ini oleh beberapa kalangan masih dikeramatkan sebab seringkali diberi sesajian.

Selasa, 26 Agustus 2014

Kabupaten Banjarnegara


Lokasi Kabupaten Banjarnegara


Kabupaten Banjarnegara (Bahasa Jawa: Hanacaraka) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibukotanya namanya juga Banjarnegara. Kabupaten Banjarnegara terletak di antara 7° 12' - 7° 31' Lintang Selatan dan 109° 29' - 109° 45'50" Bujur Timur. Luas Wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah 106.970,997 ha atau 3,10 % dari luas seluruh Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di Utara, Kabupaten Wonosobo di Timur, Kabupaten Kebumen di Selatan, dan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga di Barat.

Geografi

Bentang alam berdasarkan bentuk tata alam dan penyebaran geografis, wilayah ini dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
  • Zona Utara, adalah kawasan pegunungan yang merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng, Pegunungan Serayu Utara. Daerah ini memiliki relief yang curam dan bergelombang. Di perbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang terdapat beberapa puncak, seperti Gunung Rogojembangan dan Gunung Prau. Beberapa kawasan digunakan sebagai obyek wisata, dan terdapat pula tenaga listrik panas bumi. Pada sebelah utara meliputi Kecamatan : Kalibening, Pandanarum, Wanayasa, Pagentan, Pejawaran, Batur, Karangkobar, Madukara
  • Zona Tengah, merupakan zona Depresi Serayu yang cukup subur. Bagian wilayah ini meliputi Kecamatan : Banjarnegara, Madukara,Ampelsari, Bawang, Purwanegara, Mandiraja, Purworejo Klampok, Susukan, Wanadadi, Banjarmangu, Rakit
  • Zona Selatan, merupakan bagian dari Pegunungan Serayu, merupakan daerah pegunungan yang berrelif curam. Meliputi Kecamatan : Pagedongan, Banjarnegara, Sigaluh, Mandiraja, Bawang, Susukan

Topografi

Topografi wilayah ini sebagian besar (65% lebih) berada di ketinggian antara 100 s/d 1000 meter dari permukaan laut. Secara rinci pembagian wilayah berdasarkan topografi.
  • Kurang dari 100 m dari permukaan air laut, meliputi luas 9,82 % dari seluruh luas wilayah Kabupaten Banjarnegara, meliputi Kecamatan Susukan dan Purworejo Klampok, Mandiraja, Purwanegara dan Bawang.
  • Antara 100 - 500 m dari permukaan air laut, meliputi luas 37,04 % dari seluruh luas wilayah Kabupaten Banjarnegara, meliputi Punggelan, Wanadadi, Rakit, Madukara, sebagian Susukan, Mandiraja, Purwanegara, Bawang, Pagedongan, Banjarmangu dan Banjarnegara.
  • Antara 500 -1.000 m dari permukaan air laut, meliputi luas 28,74% dari seluruh luas wilayah Kabupaten Banjarnegara, meliputi Kecamatan Sigaluh, sebagian Banjarnegara, Pagedongan dan Banjarmangu.
  • Lebih dari 1.000 m dari permukaan air laut, meliputi luas 24,40% dari seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara meliputi Kecamatan Pejawaran, Batur, Wanayasa, Kalibening, Pandanarum, Karangkobar dan Pagentan.
Sungai Serayu mengalir menuju ke Barat, serta anak-anak sungainya termasuk Kali Tulis, Kali Merawu, Kali Pekacangan, Kali Gintung dan Kali Sapi. Sungai tersebut dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian.
Wilayah kabupaten Banjarnegara memiliki iklim tropis, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/tahun, serta suhu rata-rata 20°- 26° C.

Pembagian administratif

Kabupaten Banjarnegara terdiri atas 20 kecamatan, yang dibagi lagi atas 266 desa dan 12 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Banjarnegara, untuk Kecamatan Terluas adalah Kecamatan Punggelan yang juga memiliki penduduk terbanyak.
Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah: Mandiraja, Wanadadi, Karangkobar dan Klampok.

Pendidikan

Terdapat beberapa sekolah favorit dan sudah berstandar nasional antara lain :
  • SMK Negeri 1 Bawang
  • SMK Negeri 2 Bawang
  • SMK Negeri 1 Punggelan
  • SMK Negeri 1 Wanayasa
  • SMA Negeri 1 Banjarnegara
  • SMA Negeri 1 Purwareja klampok
  • SMA Negeri 1 Purwanegara
  • SMA Negeri 1 Bawang
  • SMA Negeri 1 Wanadadi
  • SMA Negeri 1 Karangkobar
  • MAN Negeri 2 Banjarnegara
  • SMP Negeri 1 Banjarnegara
  • SMP Negeri 2 Banjarnegara
  • SMP Negeri 1 Mandiraja
  • SMP Negeri 1 Purwanegara
  • SMP Negeri 2 Purwanegara
  • SMP Negeri 3 Purwanegara
  • SMP Negeri 4 Purwanegara
  • SMP Negeri 1 Karangkobar
  • SMP Negeri 1 Susukan
di Banjarnegara juga terdapat perguruan tinggi baik negeri maupun swasta antara lain:
  • Politeknik Dipayuda Banjarnegara
  • STIE Taman Siswa
  • STIMIK Tunas Bangsa

Minggu, 24 Agustus 2014

Real Madrid Kalah Agregat 2-1 dari Rival Sekotanya, Atletico Madrid


Juara Super Copa Spanyol, Atletico Madrid

Hasil Piala Super Spanyol: Atletico Madrid vs Real Madrid Skor 1-0 (Agregat 2-1). Kemenangan didapatkan Atletico di ajang Piala Super Spanyol setelah melumpuhkan tim bertabur bintang Real Madrid dengan perbedaan satu gol. Mario Mandzukic menjadi pahlawan timnya dengan gol cepat pada menit kedua.
Ketika Real Madrid sedang menyusun serangan, kiper Atletico, Moya, mengirimkan umpan panjang yang gagal diantisipasi bek tim tamu. Mario Mandzukic dan Antoine Griezmann saling melengkapi sebelum tembakan penyelesaian mantan pemain Bayern Munchen itu masuk ke gawang Iker Casillas.
Gol cepat ini menjadi pukulan telak bagi Real Madrid. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu berupaya menyerbu ke dalam kotak penalti lawan, tetapi selalu kandas. Barisan belakang Atletico bermain sangat konsisten untuk menghalau setiap kesempatan yang ada.

Hasil Skor Atletico Madrid Vs Real Madrid, 1 - 0

Atletico Madrid Vs Real Madrid
 
Hasil Atletico Madrid vs Real Madrid Skor 1-0 (agregat 2-1), Piala Super Spanyol Tadi Malam. ATM berhasil menjuarai Piala Super Spanyol usai menaklukkan Real Madrid pada pertandingan kedua yang digelar di Vicente Calderon, Sabtu 23 Agustus 2014 WIB, dengan skor tipis 1-0. Atletico keluar sebagai juara berkat unggul secara agregat 2-1 atas Reak Madrid.

Baca ulasan hasil ATM vs Real Madrid selengkapnya disini

Preview: Atletico Madrid akan menjadi tuan rumah di leg kedua Piala Super Spanyol melawan rival sekotanya Real Madrid. Laga penuh dendam dan gengsi ini akan berlangsung Sabtu (23/8) di Estadio Vicente Calderon, Madrid dan akan disiarkan secara langsung di RCTI pukul 03.30 WIB.

Piramida Baru ditemukan di Mesir?

Piramida Baru yang ditemukan di Mesir

Mesir memang negara sejuta sejarah. Baru-baru ini, sejumlah ilmuwan kembali menemukan piramida di negara beribu kota Kairo itu. Bahkan, usia piramida yang baru ditemukan ini jauh lebih tua dari 'Great Pyramid of Giza'—piramida yang selama ini dikenal sebagai salah satu keajaiban dunia.

Piramida itu ditemukan oleh sekelompok arkeolog yang bekerja di dekat pemukiman kuno Edfu, Mesir Selatan. Setelah diteliti, bongkahan situs bersejarah itu diperkirakan berusia 4.600 tahun, lebih tua dibandingkan Piramida Agung Giza, setidaknya selisih beberapa dekade.

Piramida itu memiliki ketinggian 43 kaki (13 meter) yang diperkirakan salah satu dari tujuh "provinsi" yang dibangun di antara zaman Firaun Huni (2635-2610 SM) atau Snefru (2610-2590 SM), dilansir NBCnews, Selasa 4 Februari 2014.

Sayang piramid itu tidak lagi utuh. Seiring waktu, blok demi blok milik piramid itu digondol. Monumennya pun sudah lapuk, sehingga piramid itu hari ini hanya tersisa 16 kaki (lima meter).

Tersebar di seluruh Mesir tengah dan selatan, "piramida provinsi" biasanya terletak di dekat pemukiman utama, tidak memiliki ruang internal dan tidak dipakai untuk menyimpan jasad atau pemakaman, seperti halnya Piramida Agung Giza.

Enam dari tujuh piramida memiliki dimensi yang relatif sama, termasuk yang ditemukan di Edfu, yakni sekitar 60x61 kaki (18,4 x 18,6 meter).







Apa esensi dari ketujuh piramida masih menjadi sebuah misteri. Banyak ilmuwan beranggapan, ini dipakai sebagai monumen simbolis yang menegaskan kekuasaan raja di provinsi-provinsi Mesir selatan.

"Kesamaan satu piramida dan piramida lainnya benar-benar menakjubkan. Kami yakin ini direncanakan dengan tertata," ujar Gregory Marouard, research associate di University of Chicago Oriental Institute, yang juga memimpin penelitian piramida Edfu.





"Di sisi timur piramida baru ini, kami juga menemukan jejak-jejak instalasi tempat, di mana makanan persembahan (sesajen) dibuat. Ini bisa men jadi petunjuk awal untuk memahami apa tujuan mereka membangun piramida ini," jelas Gregory. (*/vnews)

Selasa, 19 Agustus 2014

Medina Kamil

 
 
Kali ini Pecinta Kaldera akan berbagi tentang posting berjudul Medina Kamil. Bagi para petualang tentunya mengenal dara eksotis yang satu ini. Langsung saja kita kupas tuntas profil wanita yang satu ini.
Medina Kamil, adalah dara kelahiran Jakarta, 6 April 1982. Bagi para petualang tentunya tak asing lagi dengan nama Medina Kamil. Parasnya yang cantik dan memiliki postur yang mendekati sempurna tentunya menjadi pujaan para penggemarnya.
Dia memulai karirnya sebagai pembawa acara disalah satu TV swasta. Ketertarikannya didunia petualangan menjadikannya sebagai pengganti Riyani Djangkaru sebagai salah satu presenter Jejak Petualang disalah satu TV swasta. Awalnya keluarga tak mengizinkannya untuk mengikuti tes pendaftaran presenter Jejak Petualang. Namun, setelah ia meyakinkan keluarganya, ahirnya ia mendapat izin.
Medina Kamil
Nana, begitu panggilan akrabnya mengaku bahwa tak pernah membayangkan kalau dirinya diterima menjadi presenter Jejak Petualang sebagai pengganti Riyani Djangkaru. Tetapi, keraguannya itu terjawab setelah namanya dipanggil sebagai pemenang.
Wanita yang berumur 32 tahun ini sangat tertarik dengan kebudayaan Indonesia yang sangat beragam. Dia sangat senang bisa bekerja sesuai dengan hobinya. Berkeliling menikmati panorama nusantara dan kebudayaannya adalah suatu kebanggaan tersendiri baginya. Karena tidak semua orang tidak bisa bekerja sesuai apa yang ia senangi.
Nana adalah anak bungsu dari pasangan Kamil Syueb dan Annisyah. Ayahnya, Kamil Syueb berasal dari Jakarta. Sedangkan Annisyah ibunya berasal dari Sumatera.
Walaupun pernah tertimpa musibah pada waktu melakukan ekspedisi didaerah Papua. Terombang-ambing di laut Arafuru tak menciutkan semangatnya unuk terus berpetualang bersama tim Jejak Petualang. Sehingga dia diberi penghargaan "Sunsilk Unbreakable Woman" (Perempuan Tak Terpatahkan".
Medina Kamil juga pernah membintangi beberapa film "Kentut dan Kita Vs Korupsi".
Medina Kamil
Dengan talenta dan berbagai prestasinya itu membuat saya kagum akan dirinya. Dimata saya Medina Kamil adalah sosok yang sangat luar biasa. Wanita super yang berjiwa besar. Memiliki keteguhan hati dan semangat juang yang berbeda dengan wanita lainnya.